Saturday, 23 December 2017

Refleksi Perkuliahan Filsafat-Hermenetika kehidupan



Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Prof Marsigit MA.
Pertemuan 10- Hermenetika kehidupan
Oleh : Insan Agung Nugroho/PmC 2017
Timin : yo, tak kasih jawab singkat, jawab sesuai olah pikirmu.
Tiyo : siap min.
Timin   : Abstraksinya hementika ?
Tiyo     : Siklik
Timin   : Abstraksinya linear ?
Tiyo     :Linear
Timin   :Idealisasinya hermentika ?
Tiyo     :Konsep
Timin   :Ontologinya hermentika ?
Tiyo     :fatal , takdir
Timin   :apalagi ?
Tiyo     :vital, ikhtiar
Timin   :psikoloinya hermnetika ?
Tiyo     :interaksi
Timin   :formalnya hermentika?
Tiyo     :aturan sosial
Timin   :normatifnya hermentika ?
Tiyo     : hermenetika
Timin   :ruang dan waktunya hermentika ?
Tiyo     :menembus ruang dan waktu
Timin   :hidupnya hermentika ?
Tiyo     :harmoni
Timin   :matinya hermentika ?
Tiyo     :berhenti
Timin   :Noumenanya hermentika ?
Tiyo     :Noumena
Timin   :Apriorinya hermentika ?
Tiyo     :harapan
Timin   :A posteriorinya hermentika ?
Tiyo     :belajar dari pengalaman
Timin   :bahasa jawa hermentika
Tiyo     :cokro mangilingan
Timin   :analitiknya hermentika ?
Tiyo     :konsep-konsep
Timin   :sintetikny hermentika ?
Tiyo     :fenomena-fenomena
Timin   :teologinya hermenitka ?
Tiyo     :peristiwa di waktu yang akan datang
Timin   : fatalnya hermenetika?
Tiyo     :terpilih atau dipilih
Timin   :Vitalnya ?
Tiyo     :memilih
Timin   :sehatnya hermenetika?
Tiyo     :harmoni
Timin   :paralogosnya hermenetika?
Tiyo     :silaturahmi para dewa
Timin   :anomalinya hermentika?
Tiyo     :konflik sosial
Timin   :transendenya hermenetika ?
Tiyo     :hermenetika para dewa
Timin   :contohnya hermentika ?
Tiyo     :simulasi,
Timin   :wes, hebat banget kamu, bisa jawab benar semua
Tiyo     : semua itu karena ikhtiar dan doa
Su        : hey, pada tau maksudnya jawab singkat itu tidak ?
Timin dan Tiyo            : monggo diparingi pencerahan Su.
Su        : Bener kata Tiyo, manusia harus selalu berusaha dan berdoa, begitupun dalam mencari ilmu, bahkan kalian meminta penjelasan ini juga termasuk berikhtiar mencari ilmu. Manusia sudah ditentukan fatalnya, takdirnya, tinggal dia mau melakukan vital, ikhtiar tidak. Mau berusaha atau tidak. Terkadang hidup manusia juga ada diatas, kadang juga ada di bawah, artinya selalu berputar. Takdir dan ikhtiar selalu berjalan beriringan, atau dikatakan saling ber hermenetika. Artinya keduanya tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Maka sudah sepantasnya manusia berusaha dan berdoa dalam setiap aktivitasnya.

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu- Wadah dan Isi



Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Prof Marsigit MA.
Pertemuan 9- Wadah dan Isi
Oleh : Insan Agung Nugroho/PmC 2017
Alhamdulillah hari ini, selasa 14 november 2017 pekuliahan filsafat ilmu memasuki pertemuan ke 9. Masih bertempat di gedung pasca baru ruang 5.01.13. dengan pengampu Prof Marsigit. Perkuliahan di awali dengan berdoa, selanjutnya dilakukan tes jawab singkat.
Berikut pertanyaan dan jawabannya.
1.         Wadahnya doa ? Ikhlas
2.         Isinya doa ? Pahala
3.         Adanya doa ?potensi
4.         Mengadanya doa ?ikhtiar
5.         Pengadanya doa ? keyakinan
6.         Wadahnya batu ? materi
7.         Isinya batu ? materi
8.         Adanya batu? Potensi
9.         Mengadanya batu ? materi
10.     Pengadanya batu ?materi
11.     Wadahnya perdagangan ? Transaksi
12.     Isinya perdagangan ? barang dagangan
13.     Wadahnya Psikolooogi ? ilmu
14.     Isinya psikologi ? gejala jiwa
15.     Wadahnya bilangan ?variabel
16.     Isinya bilangan ? konstanta
17.     Wadahnya angka ? lambing
18.     Isinya angka ? nilai
19.     Wadahnya perkalian ? operasi
20.     Isinya perkalian ? penjumlahan
21.     Wadahnya penjumlahan ? operasi
22.     Isinya penjumlahan ? Ekstensi
23.     Wadahnya persepsi ? Kesadaran
24.     Isinya persepsi ? Arti
25.     Isinya arti ?konsep

Dari tes jawab singkat ini mahasiswa menjadi lebih maksud dan paham terkait istilah yang sering disampaikan. Selanjutnya prof Marsigit membuka sesi Tanya jawab.
Pertanyaan 1 “mengapa kebahagiaan harus dimulai dari kesengsaraan dan kesdihan ?”
Tanggapan “ Hal seperti sebenarnya tidak benar, dalam filsafat dilatih ntuk bagaimana menjelaskan. Dari segi filsafat, kebahagiaan adalah segala sesuatu yang ada, sedangkan kesedihan seala sesuatu yang mungkin ada. Kebahagiaan juga berkaitan dengan hermentik agama, sebenar orang bahagia adalah orang yang selalu bersyukur.
Kebahagiaan bisa diukur dalam level materil sampai spiritual. Secara materil tangan yang terjepit dalam keadaan tidak bahagia. Bahagianya bumi apabila berjalan sesuai hokum yang berlaku, sunnatullah. Bahagianya piker dan hati apabila keduanya saling berhubung, membenarkan dan menyalahkan, kebaikan dan keburukan.
Pertanyaan 2 “ketika umroh, ketika Prof berdoa untuk orang-orang sekitar, apakah ada keajaiban yang dialami orang yang didoakan ?”
Kemudahan dari doa tentunya sangat banyak sekali, hal yang sebelumnya tidak terduga sama sekali. Seperti beliau yang diperoleh kemudahan dapat mencium hajar aswad, mengusapnya, dapat berdoa didepan pintu kabah, dsb. Artinya dengan doa keajabiban dan kemudahan sering diperoleh.
Alhamdulillahi robbil ‘alamiin

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu-Pertanyaan Filsafat



Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Prof Marsigit MA.
Pertemuan 8- Pertanyaan Filsafat
Oleh : Insan Agung Nugroho/PmC 2017
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakhaatu
Pada pertemuan ke 8 perkuliahan filsafat ilmu, pada hari selasa dari pukul 07.30-09.15, diruang 5.01.13, Prof Marsigit mengawali dengan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing. Selanjutny Prof membuka pertanyaan kepada mahasiswa yang ingin bertanya.
Pertanyaan dari saudari Nurika “ Bagaimana tanggapan Prof mengenai salah seorang dai nasional, ustadz Felix siaw yang diusir oleh warga melalui kepolisian ketika mengadakan pengajian di Bangil?”
Tanggapan Prof Marsigit,” Hal tersebut bukanlah fenomena yang luar biasa, tetapi hal yang wajar, karena memang manusia diciptakan bergolong-golong, bahkan sudah disebutkan dalam nash. Masing-masing kelompok, agama, atau keolompok apapun tidak dapat dielakkan mereka mmpunyai ego masing-masing. Hal tersebut bukanlah menjadi permasalahan hal agama secara prinsip, tetapi hanya permasalahan dalam hal cabang agama. Dengan demikian, masing-masing masih mempunyai ego pribadi yang sangat tinggi”.
Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai penokohan, bahwa dalam menokohkan seseorang harus paham dulu dunianya terlebih dahulu. Sebagai cntoh, Heigel yang merupakan jembatan antara filsafat ke politik, karena Heigelian ada dipersimangan antara komunis dan capital. Jika tokoh filsafat dengan ideology komunisnya yaitu karl max, yang kemudian menjadi salah satu tokoh inspirasi dari PKI di Indonesia. Adalagi paham filsafat yang tidak percaya hal goib, tetapi percaya pada hal yang berbau sains, sperti alien.Paham ini disebut paham cosmicisme, sejalan dengan komunis, cosmicisme juga tida mempercayai adanya Tuhan. Sebagai contoh, Rusia yang mengembangkan pesawat ruang angkasa untuk menjelajah angkasa dan mencari keberadaan Tuhan.
Pertanyaan lain datang mahasiswa, “bagaimana peran filsafat dalam mensukseskan nterview sebuah pekerjaan “
Tanggapan prof Marsigit” filsafat itu malah menghambat proses interview, karena filsafat berentangan dengan kemauan suatu perusahaan yang melakukan interview. Filsafaft memiliki peran dalam mengolah pikiran, artinya memerdekakan diri, berpikir sesuai kemauannya, bukan kemauan perusahaan. Dalam proses interview, kita harus berpikir sesuai kemauan peng interview, artinya tidak merdeka pikiran kita.”
Pertanyaan lain mengenai metode saintifik, apakah bisa diterapkan dalam setiap pembelajaran ?
Tanggapan Prof “ bahwa menrut filsafat metode saintifik tidak bisa diterapkan ke semua pembelajaran, apalagi jika harus dikaitkan dengan kehidupan nyata. Metode saintifik itu bersifat merangkum secara umum”.
Pertanyaa lain dari mahasiswa “ bagaimana hubungan filsafat dan agama?”
Prof Marsigit menanggapi bahwa filsafat itu dipikirkan, sedangkan agama itu dyakini dalam hati. Jangan sampai terbalik, agama dipikirkan, secara akal akan kesulitan menentukan bahwa Tuhan itu ada, maka lahirlah paham ateisme. Filsafat juga jangan diyakini, karena tidak aka nada ilmu filsafat, filsafat itu ada untuk melatih cara berpikir, olah piker.
Demikian refleksi perkuliahan filsafat ilmu, kemudian ditutup oleh Prof dengan bersama membaca doa.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi. Wabarakhaatu

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu-Etik dan Estetika Pertunjukan Wayang

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Prof Marsigit MA. Etik dan Estetika Pertunjukan Wayang Oleh : Insan Agung Nugroho/PmC 2017 Ass...